Home » Perawat Pendidik Klinis

Perawat Pendidik Klinis

BUKAN… perawat pendidik klinis yang saya maksud BUKAN perawat pendidik pasien atau keluarga yang bertugas memberikan pendidikan kesehatan atau dosen yang membimbing di klinik melainkan perawat yang bertanggung jawab terhadap pendidikan mahasiswa keperawatan di klinik dan sejawat perawat.

Artikel ini bertujuan untuk membahas definisi atau pengertian perawat pendidik klinis, area kerja, dan usulan jenjang karir. Pada akhir artikel, saya akan merangkum beberapa hasil penelitian terkait manfaat dan pentingnya peran perawat pendidik klinis bagi suatu instansi rumah sakit atau pelayanan serta pengembangan keilmuan keperawatan.

Definisi Perawat Pendidik Klinis

Ada banyak pengertian dan definisi dari perawat pendidik klinis di dalam tinjauan pustaka. Akan tetapi saya memilih satu definisi dari Sayers, et al. (2015) yang menurut saya paling mewakili area kerja dari seorang perawat pendidik klinis:

Perawat pendidik klinis adalah perawat ahli yang bekerja di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lain yang memiliki tanggung jawab utama untuk memberikan pendidikan atau pembelajaran kepada mahasiswa S1 dan pasca sarjana keperawatan serta sejawat perawat di rumah sakit. Perawat pendidik klinis juga bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran sejawat perawat berdasarkan perkembangan terkini ilmu keperawatan dan ilmu-ilmu lain terkait serta mengembangkan pelatihan sesuai kebutuhan (Sayers, et al., 2015).

Sedangkan definisi perawat pendidik yang tercantum pada PMK No. 40 tahun 2017 tentang pengembangan jenjang karir profesional perawat adalah “perawat yang memberikan pendidikan kepada peserta didik di institusi pendidikan keperawatan” (hal.7). Apakah yang dimaksud dosen atau perawat pendidik di Universitas/STIKES/POLTEKES dan bukan perawat pendidik klinis di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan (FASYANKES) lain. Perlu klarifikasi dan diskusi lebih lanjut dengan Bapak/Ibu luar biasa yang telah menginisiasi dan membuat pedoman pengembangan jenjang karir profesional perawat ini. Jika memang yang dimaksud adalah perawat pendidik di institusi pendidikan keperawatan berarti hal ini menjelaskan mengapa selama ini pengembangan perawat pendidik di rumah sakit atau fasyankes hanya berfokus pada peran clinical instructor, preseptor atau pembimbing klinik untuk mahasiswa keperawatan baik itu S1, S2, atau S3. Sedangkan pengembangan peran perawat pendidik untuk sejawat perawat masih terbatas.

Sebagai perbandingan, di negara-negara berkembang seperti United Kingdom, Amerika dan Australia karir perawat pendidik dibedakan antara perawat pendidik di Universitas (dosen) dan perawat pendidik di rumah sakit. Keduanya memiliki tugas dan peran yang berbeda, home-based nya pun berbeda. Meskipun dalam jenjang karirnya perawat pendidik klinis bisa berkolaborasi dengan institusi pendidikan atau menjadi visiting lecturer.

Tulisan saya di bawah ini selanjutnya adalah membahas tentang perawat pendidik klinis, lebih spesifiknya lagi yaitu perawat pendidik klinis berdasarkan definisi Sayers, et al. (2015). 

Usulan Jenjang Karir Perawat Pendidik Klinis

Pengembangan jenjang karir profesional perawat telah tertuang dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 40 tahun 2017. Terdapat 4 jalur karir untuk perawat di Indonesia: (1) Perawat Klinis (PK), (2) Perawat Manajer (PM), (3) Perawat Pendidik (PP), dan (4) Perawat Riset (PR). Masing-masing jalur memiliki 5 level (Diagram 1).

Diagram 1. Pola Penjenjangan Karir Profesional Perawat (PMK, 2017, hal.10)

Direkomendasikan di dalam peraturan menteri kesehatan (PMK) bahwa untuk menjadi perawat manajer level I dipersyaratkan memiliki kompetensi klinis level II. Sedangkan untuk menjadi perawat pendidik level 1 dipersyaratkan memiliki kompetensi klinis level III dan level IV untuk menjadi perawat riset 1. Sayangnya definisi perawat pendidik dalam PMK tersebut sepertinya lebih mengacu pada perawat pendidik di institusi pendidikan (dosen) seperti yang telah saya diskusikan di atas. Sehingga penjabaran terkait kompetensi, kualifikasi, monitoring, evaluasi capaian kinerja, dan pengembangan profesional berkelanjutan bagi perawat pendidik di rumah sakit atau FASYANKES lain belum tersedia. 

Berikut adalah usulan jenjang karir perawat pendidik klinis: kompetensi, kualifikasi dan sertifikasi yang saya sintesis dari berbagai sumber termasuk PMK No. 40 tahun 2017. Untuk membedakan dengan jenjang karir dan definisi perawat pendidik versi PMK maka perawat pendidik klinis yang dibahas pada usulan jenjang karir di bawah ini saya singkat menjadi PPK: Perawat Pendidik Klinis:

Tabel 1. Usulan Jenjang Karir Perawat Pendidik Klinis (PPK)

Seorang perawat pendidik klinis diharapkan memiliki pengetahuan dan skill dalam mengevaluasi pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran dan pemecahan masalah, termasuk di dalamnya penerapan evidence-based practice dan pengembangan kurikulum sesuai kebutuhan pembelajaran dan perkembangan ilmu pengetahuan (Luo, et al., 2021). 

Pentingnya Peran Perawat Pendidik Klinis

Perawat pendidik klinis berperan penting dalam peningkatan pelayanan keperawatan di rumah sakit dan FASYANKES lainnya, diantaranya adalah:

  1. Menurunkan stres, membentuk karakteristik profesional, dan skill klinis penting seperti: clinical reasoning, pemecahan masalah, dan berpikir kritis (Conway and Elwin, 2007; Sayers, et al, 2011; D’souza et al., 2013).
  2. Meningkatkan program pengembangan profesional berkelanjutan dan kompetensi perawat (Sayers, et al., 2011)
  3. Meningkatkan implementasi evidence-based practice di rumah sakit dan memfasilitasi perawat serta mahasiswa keperawatan untuk mengidentifikasi fenomena klinis dan mengubahnya menjadi riset yang berorientasi pada pemecahan masalah (Milner, et al., 2005)

Mempertimbangkan pengaruh peran perawat pendidik klinis di atas, Hooten dan Shipman (2008) percaya bahwa tanpa perawat pendidik klinis, kompetensi perawat dan kualitas pelayanan keperawatan akan menurun secara berangsur-angsur. Dengan demikian diperlukan komitmen dari manajer rumah sakit, organisasi profesi, kementerian kesehatan serta pihak-pihak terkait untuk mengembangkan jenjang karir perawat pendidik klinis, melakukan investasi dan mendukung implementasi perawat pendidik klinis.

Semoga pada masa yang akan datang dapat diterapkan jenjang karir perawat pendidik klinis di Indonesia yang mencakup seluruh area kerja perawat pendidik klinis. Semoga tulisan saya ini (entah bagaimana) dibaca oleh para manajer rumah sakit atau pemangku kebijakan terkait atau ada di antara pembaca artikel saya yang berkenan menyampaikan atau membagi usulan jenjang karir perawat pendidik klinis dalam artikel ini.

Referensi

    1. Conway, J., Elwin, C., 2007. Mistaken, misshapen, and mythical images of nurse education: creating a shared identity for clinical nurse educator practice. NurseEducation in Practice 7, 187–194. DOI: 10.1016/j.nepr.2006.08.005

    2. D’souza, M.S., Venkatesaperumal, R., Radhakrishnan, J., Balachandran, S., 2013. Engagement in clinical learning environment among nursing students: Role of nurse educators. Open Journal of Nursing 3, 25–32. DOI: dx.doi.org/10.4236/ojn.2013.32004

    3. Hooten, J., Shipman, D., 2008. Without enough nurse educator there will be a continual decline in RNs and the quality of nursing care: Contending with the faculty shortage. Nurse Education Today 28, 521–523. DOI: 10.1016/j.nedt.2008.03.001

    4. Luo, RZ., Liu, JY., Zhang, CM. & Liu, YH. 2021. Chinese version of the clinical supervision self-assessement tool: Assessment of reliability and validity. Nurse Education Today, 98. DOI: https://doi.org/10.1016/j.nedt.2020.104734

    5. Milner, F.M., Estabrooks, C.., Humphrey, C., 2005. Clinical nurse educators as agents for change: increasing research utilization. International of Nursing Studies 42, 899–914. DOI: 10.1016/j.ijnurstu.2004.11.006

    6. Sayers, J.M., DiGiacomo, M., Davidson, P.M., 2011. The nurse educator role in acute care setting in Australia: important but poorly described. Australian Journal of Advanced Nursing 28, 44–52.

    7. Sayers, J.M., Salamonson, Y., DiGiacomo, M., Davidson, P.M., 2015. Nurse educators in Australia: High job satisfaction despite role ambiguity. Journal of Nursing Education and Practice 5, 41–51. doi:10.5430/jnep.v5n4p41

    8. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._40_ttg_Pengembangan_Jenjang_Karir_Profesional_Perawat_Klinis_.pdf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *