Home » Publikasi Jurnal Internasional: Cara Memilih Jurnal

Publikasi Jurnal Internasional: Cara Memilih Jurnal

Salah satu langkah awal yang sangat penting dalam keberhasilan publikasi jurnal internasional adalah memilih jurnal yang tepat untuk artikel yang akan dipublikasikan. Berikut saya coba narasikan langkah-langkah yang saya lakukan.

1. Cek rangking jurnal di SCImago

Klik laman https://www.scimagojr.com/journalrank.php untuk mencari rangking jurnal. Misal artikel yang akan dipublikasikan merupakan artikel area keperawatan dengan kategori emergensi. Maka pada subject area pilih “nursing” dan pada kategori pilih “emergency”, seperti pada gambar di bawah ini: 

Selanjutnya akan tampil daftar jurnal beserta SJR (SCImago Journal Rank), H Index, asal jurnal, dst. SJR merupakan alternatif dari impact fator (IF). SJR menunjukkan jumlah rata-rata sitasi. Nilai SJR yang lebih tinggi menunjukkan prestise jurnal yang lebih besar. Terdapat 4 rangking jurnal berdasarkan SJR dari yang paling tinggi ke rendah yaitu: Q1, Q2, Q3, dan Q4:

Pemilihan jurnal dengan rangking tertentu dipengaruhi banyak faktor salah satunya adalah output publikasi dari peneliti. Misal peneliti mendapatkan hibah, biasanya pemberi hibah memiliki aturan bahwa publikasi hasil penelitian minimal pada jurnal internasional terindex SCOPUS dengan rangking jurnal minimal Q3. Atau mungkin untuk kebutuhan naik pangkat peneliti.

Semakin tinggi rangking jurnal maka semakin tinggi standar penulisan. Selain itu berkas administratif yang disiapkan biasanya lebih banyak.

2. Cek langsung di laman jurnal berpotensi

Sebagai awalan misal peneliti memilih jurnal International Emergency Nursing. Maka berikutnya buka laman jurnal tersebut lewat Google untuk mengetahui lebih dalam informasi tentang jurnal:

Ada 2 hal yang harus dicermati dalam proses skrining jurnal:

  1. Aims & scope (tujuan dan area jurnal)
  2. Publishing options (pilihan publikasi)
  3. Indexing (jurnal terindex di mana saja)

Artikel penelitian yang akan dipublikasikan harus masuk ke dalam tujuan dan area jurnal. Sehingga harus benar-benar dicermati. Biasanya ada jurnal-jurnal yang mendaftar area keperawatan apa saja yang menjadi sasaran atau target publikasi di jurnal tersebut. Kemudian ada juga jurnal yang menyebutkan jenis artikel yang dapat dipublikasikan di jurnal tersebut misal penelitian, studi pustaka, diskusi, opini, dst.

Pilihan publikasi biasanya terdiri dari 2 jenis: open access atau subscription. Open access artinya peneliti/author membayar sejumlah uang ke jurnal untuk membuka akses artikel mereka agar bisa diunduh secara gratis oleh semua orang. Sedangkan subscription maksudnya adalah peneliti/author tidak perlu membayar publikasi. Tetapi orang yang ingin membaca artikel kita secara penuh harus membayar sejumlah uang ke jurnal baik secara individu mau pun lewat institusinya masing-masing. Untuk lewat institusi, biasanya universitas atau lembaga yang membayar ke jurnal sehingga memiliki akses penuh terhadap artikel-artikel yang diterbitkan oleh jurnal tersebut. Anggota universitas atau lembaga dapat mengakses penuh artikel di dalam jurnal tersebut lewat koleksi online perpustakaan.

Pilihan publikasi, apakah open access atau subscription, tentu saja tergantung dari dana yang dimiliki oleh peneliti/author. Jumlah uang yang harus dibayarkan untuk open access cukup besar (sekitar 20 juta lebih untuk jurnal Q1) tergantung rangking jurnal. Semakin tinggi rangking jurnal, semakin tinggi dana publikasinya. 

Pilihan publikasi ini mempengaruhi akses ke artikel yang dipublikasikan. Sehingga dapat mempengaruhi juga angka sitasi artikel tersebut. Akses bebas memfasilitasi semua orang untuk dapat membaca penuh artikel sehingga kemungkinan artikel tersebut untuk disitasi lebih tinggi dibandingkan dengan artikel terbatas/berbayar.

Pastikan jurnal terindex dalam sistem yang diminta oleh pemberi hibah atau semisal itu (contoh: SCOPUS)

 

3. Cek index jurnal di SCOPUS

Masuk ke laman SCOPUS https://www.scopus.com/sources.uri kemudian ketik dalam kolom pencarian “International Emergency Nursing” dan pastikan apalah jurnal tersebut memang terindeks di SCOPUS. Hal ini perlu dilakukan karena terkadang ada ketidaksesuaian informasi pada laman jurnal dan SCOPUS terkait indexing.

Sekiranya belum mendapat jurnal yang pas maka langkah pertama kembali dilakukan sampai menemukan jurnal yang sesuai dengan artikel yang ingin dipublikasikan.

Selain penjelasan di atas ketika mempublikasikan artikel ilmiah, penulis juga harus berhati-hati terhadap jurnal atau penerbit predator. Penjelasan lebih lanjut tentang hal ini dapat dibaca pada postingan saya berikutnya melalui link Jurnal Predator.

Demikian beberapa langkah dan pertimbangan dalam memilih jurnal. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *