Lompat ke konten
Home » Penggunaan Triage 3-level vs 5-level di IGD

Penggunaan Triage 3-level vs 5-level di IGD

Fenomena

Sampai saat ini Indonesia belum memiliki sistem triage nasional. Sehingga di pelayanan kesehatan yang memiliki IGD: rumah sakit tipe A, B, C, D maupun puskesmas menggunakan sistem triage yang berbeda-beda: ada yang menggunakan sistem triage 3-level atau 5-level.

Pada kesempatan ini saya akan coba membahas terkait apa saja pertimbangan yang perlu diperhatikan dałam memilih sistem triage di IGD: 3-level atau 5-level. Saya tidak akan membahas sistem triage 4-level. Berdasarkan hasil penelitian terutama di Amerika (ESI 4-level) sistem triage 4-level memiliki realibilitas dan validitas lebih rencah dibandingkan sistem 3-level dan 5-level.

Sebagai informasi, salah satu pedoman akreditasi rumah sakit pemerintah menggunakan 4-level triage IGD yaitu: merah, kuning, hijau, dan hitam. Sistem triage IGD seperti ini kemungkinan merupakan modifikasi dari sistem triage bencana/pra-rumah sakit yang menggunakan tag hitam. Akan tetapi yang perlu diketahui dalam sistem triage IGD dunia, triage hitam TIDAK termasuk ke dalam kategori triage. Sehingga, triage IGD 4-level yang menggunakan warna merah, kuning, hijau, dan hitam pada dasarnya hanya menggunakan 3-level triage. Mungkin tim penyusun memiliki pertimbangan tertentu (perlu klarifikasi kembali dengan Bapak/Ibu penyusun).  

Pertimbangan

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya, penggunaan sistem triage 5-level di IGD:

  • Memiliki realibilitas dan indikator yang lebih baik dibandingkan dengan triage 3-level
  • Disarankan digunakan oleh IGD rumah sakit rujukan
  • Atau IGD rumah sakit yang memiliki kunjungan pasien tinggi dan memiliki sumber daya (manusia dan fasilitas) yang adekuat.

Sedangkan untuk sistem triage 3-level di IGD:

  • Memiliki validitas dan reliabilitas yang baik pada IGD dengan kunjungan pasien rendah
  • IGD rumah sakit C atau D atau IGD puskesmas
  • IGD yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas

Kesimpulan

Sistem triage yang terbaik adalah sistem triage yang mampu laksana. Yaitu sistem triage yang dapat diterapkan di IGD sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan kondisi IGD. Serta parameter/indikator yang digunakan dalam sistem triage tersebut dimengerti oleh perawat triage.

Reference

  1. Lam, RPK, Kwok SL, Chaang VK, Chen L, Lau EHY, and Chan KL. 2020. Performance of a three-level triage scale in live triage encounters in an emergency department in Hong Kong. Int J Emerg Med, 13(1), 28. doi: 10.1186/s12245-020-00288-8
  2. Travers DA, Waller AE, Bowling JM, Flowers D, and Tintinalli J. 2002. Five-level triage system more effective than three-level in tertiary emergency department. Journal of Emergency Nursing, 28(5), 395-400. doi: 10.1067/men.2002.127184
 

2 tanggapan pada “Penggunaan Triage 3-level vs 5-level di IGD”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *